Buat abang awaw ^^
Maaf yaa.. akhir-akhir ini aku menghindar dari kamu :)
~>Aku menghindar bukan karena aku BENCI sama kmu, melainkan aku takut kalau, Aku salah mengartikan semuanya lagi :)
Aku harap kamu ngerti :)
Langsung aja yak CEKIDOT !
Ehhmm, Saat kamu bilang kata-kata itu??
"Helen,sbnernya aq tau apa yg km rasakan saat ini..
makasih yaa :)
Maaf aq ga bs berbuat lbh ke kamu " (Copypaste tok dari inbox mu :D)
Jujur aku masih bingung sama semua ini, kamu tau dari mana? pertanyaan itu selalu muncul dibenakku? heemm..
aku langsung diam, terkejut, sedih, kecewa, yaaah pokok'a campur aduk... Gak tau angin dari mana, tiba-tiba ada yang nyetel lagu Kerispatih (Tertatih),
” Jujur aku tak sanggup aku tak bisa.. aku tak mampu dan aku tertatih.. semua yang pernah kita lewati.. tak mungkin dapat ku dustai.. meskipun harus tertatih”
Mendengar refrein dari sebuah lagi yang dibawakan oleh Kerispatih membuat ku tersentuh dan merasa kalimat tersebut cukup menancap di hatiku. Tertatih. Itu judul lagu yang entah kenapa membuat ku bisa terdiam di depan laptop untuk mendalami lirik lagu tersebut. Dan akhirnya aku sadar bahwa lagu ini benar-benar menyentuh perasaanku. Sebuah perasaan yang tak pernah hilang, yang aku rasakan pada seorang laki-laki, yang mewarnai hari-hari ku selama ini.
Laki-laki itu bukan pacarku. Bukan juga tunangan apalagi suami ku. Belum siap aku untuk menikah. Tetapi, ia spesial buat ku. Sejak awal bertemu, aku tahu, aku bukan hanya sekedar menyukai nya secara penampilan. Aku mulai mengenal nya dan ternyata kepribadian nya yang easy going, perhatian, dan bijaksana dalam memberikan solusi, yang membuat ku kagum. Rasa kagum itu berubah menjadi sebuah perasaan cinta. Perasaan yang sulit untuk digambarkan dan dilukiskan dengan kata-kata.
Aku bahagia menerima INBOX dari nya, aku senang ketika bisa CHATING sama dia, dan aku selalu excited saat bertemu dengannya. Pertemuan ku dengan dia tidak pernah terencana, semua terjadi serba unpredictable. Entah kenapa, semua serba tidak disengaja.
Namun, sayang nya perasaan itu tak berbalas. Aku mencintai nya, mungkin setulus hatiku. Entahlah. Aku belum bisa menilai secara konkrit soal perasaan ku ini. Cintaku bertepuk sebelah tangan. Sedih memang. Lima bulan aku lewati dengan menjadi teman baginya (meskipun aku dah lama kenal. yahh, skitar 1th yg lalu, saat dia masih pacaran sm cewek'a) . Heemm, Tapi semua itu, hanya teman. Tidak lebih. Meskipun aku berharap, status ku sebagai teman bisa berubah menjadi “kekasih”. Lima bulan sudah aku mengenalnya. Banyak kisah yang aku anggap special. Dari mulai dia bantu aku saat aku kesusahan (kehabisan bensin :D ), salah orang (aku kira cowok malam itu si dia, eh malah salah orang.. ditertawain lagi sama abang awaw ) , terus sharing tentang agama, dia ngajak aku dlm komunitasnya, dan masih byk lagi. Semua itu special buatku, meskipun baginya, hal itu tidak berarti apa-apa.
Jujur aku tak sanggup untuk melupakan semua itu. Aku berusaha keras untuk menghilangkan semua memori itu dari otakku. Mencoba untuk membuang jauh khayalan ku untuk bisa menjadi kekasihnya. Dan, aku berusaha sekuat tenaga menghilangkan rasa cinta ku padanya. Namun, aku tak sanggup, aku tak bisa. Karena bagiku…
” kau terindah kan slalu terindah.. aku bisa apa tuk memilikimu? kau terindah kan slalu terindah harus bagaimana ku mengungkapkannya? “
Aku akhirnya jatuh pada satu titik yang membuatku menyadari bahwa cinta dan perasaan tak pernah bisa dipaksakan. Aku pun berdoa. Supaya dia mendapatkan seseorang yang terbaik, begitu pula diriku. Aku mencoba memahami bahwa aku bukan yang terbaik baginya, dia juga bukan yang terbaik bagiku. Oleh karena itu, kita tak bisa bersatu dan memang ditakdirkan merajut kasih sebatas teman.
Pelan tapi pasti, rasa cinta itu bisa pelan-pelan luntur. Meskipun, tetap saja, aku mengingatnya. Mengingat dia yang pernah selama setahun mewarnai hari-hari ku. Aku tak mau membencinya. Aku ingin tetap berteman dan mengenalnya lebih dekat sebagai teman. Mungkin, inilah yang terbaik untuk aku dan dirinya. Aku tertatih untuk melupakannya, tapi tak bisa. Aku putuskan untuk tidak melupakannya, namun menjadikannya kenangan terindah dalam hidupku.
Ehhmm,,, sekian dan terimakasih^^


0 komentar:
Posting Komentar